Abstract :
Tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui apakah sinema
edukasi seks bebas dapat memberikan layanan informasi pada peserta didik
untuk mengatasi masalahnya. Berdasarkan hasil prasurvei yang dilakukan di
SMK IB Khalifah Bangsa Metro dengan menggunakan metode obervasi dan
wawancara dengan guru bimbingan dan konseling, didapatkan hasil yaitu faktor
pandemi dan pembatasan aktivitas mengakibatkan proses kegiatan belajar
mengajar terpaksa dilakukan secara daring, hal itu memiliki dampak negatif bagi
para peserta didik karena menjadi kurang interaksi sehingga merasakan
kejenuhan yang menjadi pemicu kegiatan sosial yang negatif terjadi seperti
salahnya pergaulan. Fenomena tersebut membuat pemahaman yang kurang
akan bahaya seks bebas. Adanya Sinema edukasi ini dirasa lebih menarik
perhatian peserta didik, lebih modern, dapat meningkatkan pemahaman peserta
didik. Peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif,
dan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling
dan peserta didik. Sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 10
peserta didik. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data digunakan untuk menghitung skala valid, dan
kepraktisan produk yang telah dikembangkan. Kesimpulan hasil penelitian ini
adalah berdasarkan perbaikan pasca pengembangan animasi bahaya seks
bebas bahwa telah dinyatakan animasi bahaya seks bebas dapat digunakan oleh
guru Bimbingan dan Konseling sebagai salah satu media pendukung dalam
pelaksanaan layanan konseling di sekolah untuk membantu menyelesaikan
permasalahan peserta didik.