Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh gaya
kepemimpinan demokratis kepala sekolah, motivasi kerja guru terhadap kinerja
guru dan untuk mengetahui besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan
motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja guru di SMA Paramarta 1 Seputih
Banyak Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Ex-Post Facto atau pengukuran
sesudah kejadian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru dan kepala
sekolah di SMA Paramarta 1 Seputih Banyak Lampung Tengah yang terdiri dari
30 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan seluruh data pupulasi
yang ada yaitu terdiri dari 30 orang guru di SMA Paramarta 1 Seputih Banyak
Lampung Tengah. Berdasarkan tujuan dan hasil analisis deskriptif penelitian,
maka penelitian ini dapat disimpulkan pada variabel kepemimpinan demokratis
kepala sekolah, hasil uji hipotesis variabel kepemimpinan demokratis kepala
sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru. Hal ini dapat dilihat dari nilai t
sebesar 4,726 sedangkan t
sebesar 1,697 maka hal ini dapat diinterpretasikan
t
hitung
> t
tabel
tabel
(4,726>1,697). Pada variabel motivasi kerja, hasil uji hipotesis
variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru. Hal ini dapat dilihat
dari nilai t
hitung
sebesar 11,981 sedangkan t
sebesar 1,697 maka hal ini dapat
diinterpretasikan t
hitung
> t
tabel
tabel
(11,981>1,697). Pada variabel kinerja guru, ada
pengaruh signifikan antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan
motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Hal ini ditunjukan
oleh nilai sig 0,000 < 0,005, maka variabel independen terhadap variabel
dependen berpengaruh signifikan dan nilai F
hitung
> F
(387,887>2,92), artinya
kinerja guru. Hal ini dapat disimpulkan bahwa artinya kepemimpinan demokratis
kepala sekolah pada aspek pendapatnya terfokus pada hasil musyawarah,
memberi kesempatan pengembangan karir bawahan, selalu menerima kritik
bawahan, menciptakan suasana kekeluargaan, komunikatif dengan bawahan,
partisipatif dengan bawahan, dan tanggap terhadap situasi dapat mempengaruhi
kinerja guru. Pada aspek kerja keras, orientasi masa depan, ketekunan, prestasi
kerja, peluang berkembang, pengakuan, dan gaji mempengaruhi kinerja guru.
Pada aspek kemampuan menyusun program pembelajaran, kemampuan
melaksanakan pembelajaran, kemampuan mengadakan hubungan antar pribadi,
kemampuan melaksankan penilaian hasil belajar, kemampuan melaksanakan
pengayaan, dan kemampuan melaksanakan remedial guru dipengaruhi oleh
kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan motivasi guru.