Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah terdapat hubungan
antara pengembangan diri dan motivasi terhadap kinerja kepala sekolah. Selain
itu, penelitian juga bertujuan untuk mengeksplorasi apakah pengaruh
pengembangan diri dan motivasi secara bersama-sama mempengaruhi kinerja
kepala sekolah di Taman Kanak-kanak. Metode sampling yang digunakan adalah
teknik probability sampling dengan jenis cluster sampling, di mana populasi yang
diteliti meliputi 535 kepala sekolah dari 28 kecamatan di Kabupaten Lampung
Tengah. Dalam rangka mengatasi keterbatasan waktu, biaya, tenaga, dan
administrasi, penelitian ini mengambil sampel dari 2 kecamatan dengan total 33
orang kepala sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi
linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil estimasi variabel
pengembangan diri memiliki koefisien regresi sebesar 2,186 yang memiliki arah
yang positif dan signifikan dengan kinerja kepala sekolah maka hipotesis H1
diterima. Hasil estimasi variabel motivasi memiliki koefisien regresi sebesar
(5,861) yang memiliki arah yang positif dan signifikan dengan kinerja kepala
sekolah maka hipotesis H2 diterima. Nilai F
hitung
sebesar 20,338 dan F
sebesar 3,28 maka pengembangan diri dan motivasi secara bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap kinerja kepala sekolah. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa peningkatan pengembangan diri dapat meningkatkan kinerja
kepala sekolah, sedangkan penurunan pengembangan diri dapat menurunkan
kinerja mereka. Begitu pula dengan motivasi, peningkatan motivasi dapat
meningkatkan kinerja kepala sekolah, sementara motivasi rendah dapat
mengakibatkan penurunan kinerja. Lebih lanjut bahwa pengembangan diri dan
motivasi dalam meningkatkan kinerja kepala sekolah di institusi pendidikan
Taman Kanak-kanak.
tabel