Abstract :
Masa remaja ini merupakan masa dimana seseorang sedang
mengalami saat kritis karena berada dalam masa peralihan menginjak ke masa
dewasa. Pada masa peralihan itu pula remaja sedang mencari identitasnya yang
sedang bergejolak tidak menentu dan sangat rawan perkembangan kejiwaannya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk kenakalan remaja yang dilakukan
peserta didik dan bagaimana peran guru bimbingan konseling mengurangi
kenakalan remaja dengan bimbingan klasikal. Kenakalan remaja yaitu suatu
perbuatan yang melanggar norma, aturan hukum dalam masyarakat yang tidak
dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal. Layanan bimbingan
klasikal merupakan suatu layanan guru bimbingan dan konseling untuk
membantu siswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan, mengatasi
permasalahan dalam belajar, serta mencapai kesuksesan dalam mencapai
tujuan belajar. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini yaitu teknik kualitatif
deskriptif dengan melaksanakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa: (1) Bentuk kenakalan remaja yang dilakukan peserta
didik membolos, merokok, terlambat dan pergi ke kantin saat kegiatan belajar
mengajar. (2) Tahap pelaksanaan layanan bimbingan klasikal menggunakan tiga
tahapan yaitu: tahap awal/pendahuluan, tahap inti, dan tahap penutup/evaluasi.
(3) Hasil dari pelaksanaan layanan bimbingan klasikal peserta didik memiliki
kemauan untuk mengurangi kenakalan remaja tersebut dengan merubah
perilakunya menjadi lebih baik lagi, adanya kemauan untuk berubah diiringi
dengan kemampuan peserta didik untuk mengurangi kenakalan remaja dengan
memilih pergaulan yang baik agar berdampak yang baik juga untuk perilaku dan
sikap peserta didik.