Abstract :
Perkembangan era society 5.0 menjadi tantangan tersendiri bagi dunia
pendidikan, sehingga dibutuhkan guru yang profesional dalam membersamai
peserta didik. Guru yang profesional mampu menciptakan metode mengajar
sesuai dengan era belajar. Profesionalisme guru bisa dipelajari dari beberapa
media salah satunya film. Film Taare Zameen Par merupakan film edukasi yang
berasal dari India yang memberikan gambaran mengenai nilai-nilai pendidikan
untuk guru, peserta didik, dan orang tua. Peneliti melakukan analisis semiotik
dengan teori Roland Barthes untuk mengkaji film ini untuk merelevansikan
dengan profesionalisme guru PAI, dengan melalui tiga tahapan pemaknaan yaitu
denotatif, konotatif, dan mitos.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau library research
yang mengkaji film sebagai objek utama penelitian melalui pendekatan kualitatif,
menggunakan data dengan sumber primer dan sumber sekunder, metode data
yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data
menggunakan analisis isi atau content analysis melalui langkah deskripsi,
interpretasi, dan kesimpulan. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisa
menggunakan teori semiotika Roland Barthes, untuk merelevansikan dengan
objek penelitian yang sesuai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) analisis semiotik dalam film
Taare Zameen Par menunjukkan makna denotatif, konotatif, dan mitos sikap
teladan seorang guru yang profesional. 2) profesionalisme pada film Taare
Zameen Par meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial dan kompetensi profesional. 3) profesionalisme dalam film Taare Zameen
Par relevan dengan profesionalisme guru PAI di era society 5.0. Tantangan
pendidikan dalam era ini berpusat pada sumber daya manusia (SDM) yang
sebagai objek disini adalah guru atau pendidik. Film ini memberikan gambaran
sikap profesionalisme, seperti rasa tanggung jawab yang tinggi, mental yang
mapan, serta penguasaan terhadap kompetensi guru. Profesionalisme guru di India
juga tak jauh beda dengan yang ada di Indonesia yaitu harus memiliki beberapa
kompetensi yang harus dikuasai seperti kemampuan mengevaluasi, kemampuan
literasi, kepribadian, dan kemampuan mengelola diri dengan siswa dan
lingkungan.