Abstract :
Kecemasan sosial adalah kondisi emosional yang memiliki rasa takut,
cemas, serta rasa khawatir terhadap penilaian negatif terhadap dirinya ketika
berinteraksi dengan orang lain maupun dari lingkungan sosialnya. Kecemasan
sosial yang dialami siswa mengalami pergaulan yang terbatas dan kurang
beradaptasi dengan lingkungan sosialnya karena mereka akan berpikir disaat
tindakan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan orang lain maka akan dinilai
negatif atau telah melakukan hal yang memalukan. Tujuan penelitian ini adalah :
1) Melihat keadaan kecemasan sosial siswa di SMP Erlangga Kota Agung Timur;
2) Melihat partisipasi siswa SMP Erlangga Kota Agung Timur pada pembelajaran
Pendidikan Agama Islam; dan 3) Pengaruh kecemasan sosial terhadap partisipasi
siswa dalam pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Erlangga Kota Agung
Timur.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik
pengumpulan data berupa kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi.
Populasi pada penelitian ini berjumlah 135 orang yang di pilih menggunakan
rumus slovin sehingga mendapatkan sampel 57 responden. Teknik analisis data
pada penelitian ini menggunkan uji hipotesis berupa uji T, uji Anova dan uji
regresi linier sederhana.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa : 1) Kecemasan sosial siswa SMP
Erlangga Kota Agung Timur pada skor tertinggi 46% dengan banyak di dominasi
oleh perempuan sebesar 44% yang disebabkan oleh pengalaman traumatik
sehingga mengakibatkan sulitnya berinteraksi dengan lingkungannya; 2) Siswa
yang mengalami kecemasan sosial akan cenderung diam dan menghindari
keterlibatannya dalam interaksi pembelajaran di dalam kelas dengan presentase
tingkat keaktifan di kelas pada kategori rendah 28%, tetapi pada kedisiplinan
memiliki presentase tinggi yaitu 49% selalu mengerjakan tugas dan 53% tidak
pernah terlambat masuk kelas; 3) Hasil uji hipotesis pada uji t memperoleh nilai