Abstract :
Perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini memungkinkan
akses informasi dengan mudah, termasuk melalui penggunaan handphone yang
umumnya digunakan oleh pelajar dan nonpelajar. Namun di SMK
Muhammadiyah Abung Semuli Lampung Utara, penggunaan handphone dapat
menimbulkan dampak dengan adanya akses peserta didik melalui handphone
maka akan mudah berpengaruh terhadap perilaku atau akhlak peserta didik.
Idealismenya perkembangan tekhnologi melalui handphone jelas akan
memudahkan, memperlancar dan meningkatkan system pembelajaran di sekolah.
Namun realitanya peserta didik di SMK Muhammadiyah Abung Semuli Lampung
Utara, handphone lebih sering digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat,
berpotensi menurunkan prestasi belajar dan akhlak peserta didik. Dalam konteks
filsafat Islam, akhlak merupakan hasil dari iman dan ibadah, sehingga peserta
didik perlu dibina untuk memiliki etika dan akhlak yang baik. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat bagaimana akhlak peserta didik di SMK Muhammadiyah
Abung Semuli termasuk juga untuk mengamati dan menjelaskan dampak yang
akan ditimbulkan dari adanya kemudahan akses penggunaan handphone dalam
proses pembelajaran, baik dampak negatif maupun dampak positif.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dimana
penelitian ini bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami
oleh subyek penelitian, secara holistik dan dengan cara deskriptif, Adapun metode
penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenoligi,
yang dimana menggunakan kata ? kata yang disusun dalam betuk teks yang
diperluas atau di deskripsikan dengan jelas serta dengan menggunakan teknik
pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan
dokumentasi menggunakan penelitian kepustakaan (library research).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akhlak seorang siswa dapat
dilihat dari berbagai aspek interaksi yang terbangun. Siswa SMK Muhammadiyah
Abung Semuli Lampung Utara menunjukkan akhlak dan perilaku yang cenderung
mengedepankan kesenangan secara pribadi yang menjadi bagian dampak negatif
penggunaan handphone. Sebagaimana akhkak siswa kepada Allah SWT. Sering
lalai dalam menjalankan ibadah, begitupula dengan kedua orang tua, banyak
waktu yang tidak digunakan untuk berkumpul karena sibuk dengan gedget
masing-masing. Sedangkan lingkungan sekolah, sebagai lembaga pendidikan
yang menjadi lapangan interaksi dalam proses belajar mengajar, namun siswa
cenderung kurang memperhatikan guru dan tidak melakukan interaksi yang intens
dengan teman sebayanya didalam kelas, dan hal ini yang membutuhkan
pengawasan ekstra dari pihak sekolah agar dampak positif bisa lebih banyak
dirasakan dari adanya kebolehan akses siswa terhadap handphone didalam
maupun lingkungan sekolah.