Abstract :
Tanah lempung selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku dari
bata yang tidak menahan beban struktur. Oleh karena itu pembuatan bahan baku
paving block ini akan menggunakan bahan utama dari tanah. Diharapkan dengan
campuran bahan additive berupa abu sekam padi sekiranya dapat menahan beban
ringan dan menjadi alternatif baru dalam jalan lingkungan. Untuk dapat mengetahui
mutu dari paving block yang sudah dicetak harus dilakukan pengujian. Ada
beberapa macam metode pengujian paving block, yang pertama adalah daya serap
air, kuat tekan dan ketahanan kejut paving block. Daya serap air paving block untuk
mengetahui besarnya kemampuan paving block untuk menyerap air melalui poriporinya.
Kuat
tekan
paving
block
untuk
mengetahui
mutu
dari
paving
block
tersebut.
Ketahanan
kejut
untuk
mengetahui
sifat
suatu
paving
block
terhadap
beban
tiba-tiba.
Tujuan
dari
penelitian
ini
untuk
mengetahui
dan
menganalisis
kuat
tekan
maksimum
yang
didapat dari paving block dari campuran abu sekam padi, semen, air, dan
tanah lempung, untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan atau
penurunan kuat tekan paving block berdasarkan komposisi campuran, suhu dan
waktu pemeliharaan dan untuk mengetahui faktor apa yang paling berpengaruh
terhadap kuat tekan paving block berdasarkan komposisi campuran, suhu dan waktu
pemeliharaan.