Abstract :
Salah satu upaya untuk membantu siswa dalam mengembangkan nilai-nilai
religius adalah dengan mengamalkan ajaran agama islam dalam bentuk perilaku yang
baik. Emotional Quotient berfungsi untuk mengenali emosi dalam diri seseorang yang
berguna untuk mengatur emosi sedih, marah, bahagia, dan juga untuk menentukan
pilihan-pilihan serta sangat berguna untuk guru dalam mengendalikan siswa dalam proses
internalisasi nilai-nilai religius. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan emotional
quotient guru PAI dengan kemampuan menginternalisasi nilai-nilai religius siswa di
SMA Muhammadiyah 1 Purbolinggo.
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data
yang digunakan yaitu angket, observasi, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini
adalah guru PAI dan peserta didik di SMA Muhammadiyah 1 Purbolinggo. Sampel yang
diambil adalah 3 guru PAI dan 119 peserta didik dari kelas XI dan XII. Teknik analisis
data, untuk uji prasyarat peneliti menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, akan
tetapi uji hipotesisnya menggunakan korelasi person product moment berstandar SPSS
26.0.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan sangat
kuat antara emotional quotient guru PAI dengan kemampuan menginternalisasi nilainilai
religius siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purbolinggo. Berdasarkan hasil keadaan
emotional quotient koofisien korelasinya menunjukkan pada tingkat kuat pada interval
0,60- 0,0799, kemudian pada internalisasi nilai-nilai religius kelas XI MIA 1 dengan
interval 0,60- 0,799 berarti kuat, kelas XI MIA 2 dengan interval 0,40- 0,599 berarti
sedang, kelas XI ISOS dengan interval 0,60- 0,799 berarti kuat, kelas XII MIA dengan
interval 0,60- 0,799 berarti kuat, dan kelas XII ISOS dengan interval 0,60- 0,799 berarti
kuat. Uji hipotesis alternatif diketahui mendapat nilai signifikansi sebesar 0.003 yang
menunjukan adanya hubungan antara kedua variabel, serta nilai signifikansi 0.003 <
0.05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dinyatakan bahwa
Ha : p ? 0 yang menunjukan ?tidak sama dengan nol? berarti lebih besar atau kurang ( )
dari
nol
berarti
ada
hubungan
antara
emosional
quotient
guru
PAI
dengan
kemampuan
menginternalisasi
nilia-nilai religius siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purbolinggo. Lalu
dari hasil uji korelasi person product diketahui bahwa taraf signifikan sebesar 0.003 < 0.5
sehingga keputusannya adalah menerima hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara emotional quotient guru PAI dengan kemampuan
menginternalisasi nilai-nilai religius siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purbolinggo,
sedangkan pearson correlation 1.000 yang menunjukan bahwa hubungan yang sangat kuat
antara emotional quotient guru PAI dengan kemampuan menginternalisasi nilai-nilai
religius siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purbolinggo, tingkat keeratan hubungan
(korelasi) antara variabel emotional quotient guru PAI dengan menginternalisasi nilainilai
religius
siswa
di
SMA
Muhammadiyah
1
Purbolinggo
bisa
dilihat
bahwa
sangat
kuat
dan
arahnya
positif atau searah. Dari hasil uji tersebut bisa disimpulkan bahwa terdapat
hubungan signifikan antara emotional quotient guru PAI dengan kemampuan
menginternalisasi nilai-nilai religius siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purbolinggo.