Abstract :
Karakter merupakan hal yang sangat penting dan mendasar dalamkehidupan manusia. Karakter adalah mustika hidup yang membedakan manusia
dengan mahluk hidup lainnya. Orang yang tidak memiliki karakter yang baik
tentunya akan lebih buruk perilakunya dari hewan. Saat ini sering kita mendengaberbagai kenakalan yang dilakukan oleh para remaja hal ini disebabkan karenakurangnya penanaman nilai-nilai karakter, untuk itu lembaga-lembaga pendidikabukan hanya dituntut mengajarkan ilmu pengetahuan namun juga pendidikakarakter salah satunya yakni Pondok Pesantren yang diyakini mampu membentuk
peserta didiknya berkarakter yang baik dan berakhlakul karimah. Oleh karena itdalam penelitian ini membahas masalah Implementasi Pendidikan karakter diPondok Pesantren Muhammadiyah at-Tanwir Metro. Penelitian bertujuan untuk:mengetahui bagaiman implementasi pendidikan karakter dan mengetahui apa sajafaktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter Pondok PesantreMuhammadiyah at-Tanwir Metro Tahun Akademik 2023/2024.
Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif, dengan mengambidata di Pondok Pesantren Muhammadiyah at-Tanwir Metro. Pengumpulan datamengunakan tiga metode yaitu: Wawancara yang dengan direktur, wadir
pendidikan serta para ustadz dan mahasantri, Observasi secara lansung kepadalingkungan dan kondisi pembelajaran di pesantren, dan Dokumentasi berupa datadata pesantren. Data yang di peroleh akan di analisis secara deskriptif kualitatif.Dalam menganalisis data ini di jelaskan dalam bentuk uraian pokok sertadirangkai dengan teori yang ada dan sekaligus menjawab pertanyaan dalam
permasalahan sehinga nantinya akan memperoleh kesimpulan.
Hasi penelitian ini menunjukan bahwa: (1). Pendidikan karakter Pondok
Pesantren Muhammadiyah at-Tanwir Metro di lakukan dengan berbagai upayayaitu: penyusunan kurikulum, pembiasaan, pengkajian, hadiah atau hukuman,kemudian kegiatan keorganisasian santri. (2). Faktor pendukung dan penghambadalam implementasi pendidikan karakter Pondok Pesantren Muhammadiyah atTanwir Metro, yaitu: (a). Faktor pendukung yaitu Sarana dan perasarana yanmemadai, adanya keteladanan yang baik dari ustadz/ustadzah dan pengawasayang di lakukan selama 24 jam. (b). Faktor penghambat, yaitu faktor bawaan dari
keluarga, Timbulya naluri malas dan bosan, kemapuan dan semangat belajar yanberbeda, dan pengaruh dari perkembangan teknologi.