Abstract :
SMA Muhammadiyah Braja Selebah sudah menerapkan kurikulum merdeka
pada tahun ajaran 2023/2024 terkhusus dikelas X (sepuluh). Kurikulum merdeka ini
memberikan peluang kepada siswa untuk dapat mengasah bakat dan minat siswa,
fokus kepada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi pada peserta
didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui muatan lokal kurikulum merdeka
pada mata pelajaran pendidikan agama Islam, mengetahui implementasi kurikulum
merdeka, serta mengetahui faktor penghambat dan pendukung implementasi
kurikulum merdeka di SMA Muhammadiyah Braja Selebah Lampung. Selain itu
penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang kekhasan
yang ada di SMA Muhammadiyah Braja Selebah ini dalam mengimplementasikan
kurikulum merdeka pada mata pelajaran pendidikan agama Islam
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta dokumentasi.
Teknik analisis data yang digunakan adalah konsep analisis data menurut Miles dan
Huberman yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Dari hasil penelitian peneliti dapat memberikan Kesimpulan bahwa.
Implementasi kurikulum merdeka di SMA Muhammadiyah Braja Selebah yaitu
mengikuti tahapan yang ada didalam kurikulum merdeka, mengadakan P5 dengan
menerapkan kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya ketika jam istirahat pertama,
kemudian menyanyikan lagu padamu negeri setelah doa akan pulang, selain itu guna
mendukung dimensi dalam P5 sekolahan mengadakan kegiatan MILAD
Muhammadiyah ke-111 guna menerapkan dimensi gotong royong di SMA
Muhammadiyah Braja Selebah, selain itu telah menggunakan buku kurikulum
merdeka. Kemudian Muatan lokal kurikulum merdeka pada mata pelajaran
pendidikan agama Islam diantaranya melaksanakan sholat dhuha, mengaji, sholat
jum?at, kajian putri, sholat dzuhur, dan kultum. Faktor penghambatnya adalah
kurangnya motivasi anak untuk mengikuti proses pembelajaran, kebijakan kurikulum
yang belum sepenuhnya menggunakan kurikulum merdeka, kurangnya media
pembelajaran. Sementara faktor pendukung nya adalah motivasi anak untuk belajar,
dukungan dari orang tua siswa, sarana dan prasarana yang sudah memadai, serta
kompetensi guru.