Abstract :
Manusia hidup di dunia ini membutuhkan pendidikan, karena mereka lahir
tidak mengetahui sesuatu apapun, akan tetapi dianugerahi oleh Allah SWT berupa
panca indera, pikiran dan rasa sebagai modal untuk menerima ilmu pengetahuan.
Dengan bersekolah para siswa dapat menerima pendidikan yang benar dalam
mendalami bakat serta potensi diri yang ada dengan menjunjung tinggi nilai moral
dan menghilangkan perilaku buruk, Beberapa kasus yang telah terjadi dalam dunia
pendidikan yakni masih adanya perundungan (bullying) yang terjadi dilingkungan
sekolahan dan pencegahanya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui bentuk-bentuk perundungan yang ada di lingkungan sekolah dan
strategi guru dalam pencegahanyan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan
subjek penelitian adalah guru akidah akhlak,Guru BK, Kepala Sekolah, Siswa
yang melakukan perundungan dan siswa korban perundungan. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis meliputi reduksi data, penyajian
data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian, perundungan yang terjadi meliputi perundungan
fisik (memukul, mencubit dan perkelahian) dan perundungan verbal (mengejek,
menggertak dan memalak), Kemudian strategi yang digunakan guru untuk
mengatasi perundungan adalah memberikan himbauan/ nasehat, (melakukan
pengawasan, memberikan hukuman, dan bekerja sama dengan orang tua dan
masyarakat.