Abstract :
Pirolisis adalah proses dekomposisi kimia suatu bahan dengan pemanasan menggunakan
kondisi kadar oksigen yang rendah. Proses dekomposisi pada pirolisis ini juga sering
disebut dengan devolatilisasi. Dalam pirolisis menghasilkan arang dan asap cair. Prinsip
kerjanya adalah dengan memanfaatkan energi panas yang dihasilkan dari proses
pembakaran dengan bahan bakar diluar reaktor yang memanaskan bahan baku yang ada
di dalam reaktor. Perpindahan panas sangat dibutuhkan untuk melakukan
pemecahan termal dan merupakan parameter kunci pada proses pirolisis.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju perpindahan panas pada reaktor pirolisis
dengan menggunakan variasi bahan bakar bongkahan kayu sengon, cangkang karet, dan
sekam padi. Metode penelitian meliputi berapa temperatur pembakaran pada biomasa di
ruang bahan baku, laju perpindahan panas yang terjadi di ruang bakar, laju perpindahan
panas yang terbuang secara konduksi dan konveksi, efisiensi pembakaran dan efisiensi
termal reaktor pirolisis. Hasil penelitian ini menunjukan asap cair menetes dimenit ke 60
pada suhu 146,6 °C dengan bahan bakar bongkahan kayu sengon, pada pengujian
cangkang karet asap cair menetes dimenit ke 75 pada suhu 234 °C dan pengujian sekam
padi asap cair menetes dimenit ke 90 pada suhu 101,6 °C sedangkan untuk laju
perpindahan panas diruang bahan bakar pengujian bongkahan kayu sengon sebesar
40.661 Watt, cangkang karet sebesar 48.509 Watt dan sekam padi sebesar 18.918 Watt.
Laju perpindahan panas yang terbuang secara konduksi dan konveksi tertinggi pada
pengujian bongkahan kayu sengon sebesar 38543,992 Watt dan 766,967 Watt, cangkang
karet sebesar 32308,125 Watt dan 769,602 Watt, sekam padi sebesar 17289,733 Watt dan
351,198 Watt. Untuk nilai efisiensi termal reaktor pirolisis pada pengujian kayu sengon
sebesar 13,7 %, cangkang karet sebesar 12,2 % dan sekam padi sebesar 27,4 %.