Abstract :
Kemajuan teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan di berbagai
sektor, termasuk bidang kesehatan. Klinik sebagai penyedia layanan kesehatan
semakin mengandalkan teknologi informasi untuk mendukung operasional
sehari-hari. Penggunaan teknologi ini mencakup manajemen jaringan dan
penggunaan bandwidth yang krusial untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan
efisiensi operasional. Internet digunakan tidak hanya untuk administrasi internal
tetapi juga oleh pasien dan staf medis untuk penjadwalan, berbagi data medis,
dan akses informasi medis terkini. Oleh karena itu, diperlukan sistem manajemen
bandwidth yang efektif untuk memastikan penggunaan yang adil dan efisien.
Selain manajemen bandwidth, aspek keamanan data pasien menjadi prioritas
utama di lingkungan klinik. Dengan informasi medis yang sensitif, pelanggaran
keamanan dapat mengakibatkan dampak serius seperti kehilangan data pasien
atau penyebaran informasi pribadi. Implementasi sistem hotspot login pada
jaringan WiFi klinik menjadi kunci untuk mengamankan akses, mengelola
penggunaan data medis sensitif, dan memberikan akses yang terkontrol bagi
pasien dan staf medis. Studi kasus dilakukan pada Klinik Yura Medical yang
menggunakan Provider Izzinet dengan kapasitas internet 10 Mbps. Tantangan
yang dihadapi meliputi ketidakmerataan pembagian bandwidth dan keamanan
yang kurang optimal dengan satu password untuk semua pengguna WiFi. Melalui
implementasi metode Simple Queue untuk manajemen bandwidth dan
konfigurasi keamanan jaringan hotspot login menggunakan MikroTik, penulis
berhasil meningkatkan kinerja jaringan dan keamanan data, sesuai dengan
prinsip NDLC (Network Development Life Cycle).
Kata Kunci