Abstract :
BMT Assyafi?iyah menggunakkan Internet service provider (ISP) Indihome dengan
kecepatan 20mbps yand dipakai oleh 6 karyawan yang terdiri dari pimpinan
cabang, teller, tim marketing dan petugas penagihan. Observasi pada BMT
Assyafi'iyah Berkah Nasional ditemukan bahwa pembagian bandwidth yang tidak
sesuai dengan prioritas yang diingikan, sehingga mengakibatkan jaringan internet
menjadi lambat serta terdapat masalah pada keamanan jaringan yaitu hanya
menggunakan username dan password untuk login ke Router Mikrotik. Tujuan
penelitian ini adalah optimasi dan manajemen bandwidth menggunakan metode
simple queue serta peningkatan keamanan jaringan menggunakan metode port
knocking. Metode dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan
sistem NDLC (Network Development Life Cycle) dan konfigurasi menggunakan
aplikasi winbox dan mikrotik router. Hasil penelitian ini adalah adanya manajemen
bandwidth menggunakan simple queue yang membuat jaringan menjadi lebih
stabil dikarenakan adanya pembagian prioritas. Serta adanya sistem port knocking
menjadikan mikrotik memiliki keamanan tambahan untuk mengurangi
kemungkinan serangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Adapun
kelemahan dari penelitian ini adalah Simple Queue membutuhkan sumber daya
manusia yang mumpuni dikarenakan konfigurasi cukup rumit. Selain itu, Port
Knocking memiliki beberapa urutan port yang harus diketuk. Jika user salah
melakukan urutan pengetukan menyebabkan tidak dapat mengakses mikrotik.
Peneliti berharap hal ini dapat dikembangkan menjadi yang lebih baik.