Abstract :
Latar Belakang : Tendinitis Patellaris (Jumper?s Knee) atau biasa dikenal dengan istilah
lutut pelompat merupakan proses degeneratif kronis, penyebab utama dari kondisi
degeneratif ini adalah gerakan berulang yang menyebabkan pembebanan pada tendon
yang berlebihan terutama saat olahraga yang melibatkan akselerasi mendadak, dan
lompatan. Otot yang berperan untuk menjaga stabilitas sendi lutut ialah otot quadriceps,
jika otot quadriceps lemah ini akan mempengaruhi stabilitas sendi lutut. Prevalensi kasus
tendinitis patellaris pada aktivitas olahraga tertinggi pada pemain basket sekitar 36%, voli
14,4%, dan sepak bola sekitar 2,5%. Hal ini mempengaruhi sekitar 40% para atlet yang
bergabung dalam olahraga lompat dan banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita.
Adanya kemampuan melompat dan mendarat akan berpengaruh terhadap pembebanan
tendon lebih besar saat mendarat dibandingkan saat melompat. Penyebab tendinitis
pattelaris terjadi karena adanya tekanan dan tarikan yang berulang-ulang yang memicu
timbulnya robekan-robekan kecil pada tendon sehingga mengakibatkan timbulnya nyeri
pada anterior lutut. Modalitas yang digunakan ialah Transcutaneus Electrical Nerve
Stimulation (TENS), TENS bekerja dengan cara merangsang sistem saraf melalui
permukaan kulit sehingga bisa menurunkan rasa nyeri. Terapi latihan yang digunakan
pada kasus tendinitis patellaris bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot, menjaga
fleksibilitas otot, menurunkan rasa nyeri dan meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS).
Metode : Metode penelitian yaitu studi kasus untuk mengetahui penatalaksanaan
fisioterapi pada kasus tendinitis patellaris dengan modalitas TENS dan Terapi Latihan
Hasil : Penatalaksanaan proses fisioterapi dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan dengan
modalitas TENS dan Terapi Latihan pada pasien Tendinitis Patellaris telah dilakukan
dengan standar opersional prosedur yang didapatkan hasil peningkatan lingkup gerak
sendi, penurunan rasa nyeri dan peningkatan aktivitas fungsional.
Kesimpulan : Modalitas TENS dan Terapi Latihan pada pasien tendinitis patellaris dapat
meningkatkan lingkup gerak sendi, penurunan rasa nyeri dan peningkatan aktivitas
fungsional