Abstract :
Latar Belakang: De quervain syndrome merupakan adanya peradangan yang
disertai nyeri dari selaput tendon yang berada di sarung sinovial, dimana
berfungsi untuk menyelubungi otot exstensor policis bervis dan otot abductor
policis longus. tendon dan otot extensor pollicis brevis dan abductor pollicis
longus berperan dalam mengontrol posisi, orientasi, menopang beban, dan
menjaga stabilitas sendi ibu jari. Beberapa penyebab de quervain syndrome
adalah idiopatik atau tidak diketahui, tetapi penggunaan sendi yang berlebihan
atau gerakan yang berlebihan (terutama padai bu jari) sering memunculkan de
quervain syndrome. Kebanyakan penyebab lain adalah pemakaian otot yang
berlebihan, umumnya terjadi di sekitar pergelangan tangan, misalnya terlalu
banyak menulis, mengetik, pekerjaan seperti mengrajin, dan sebagainya yang
dapat memicu peradangan. Fisioterapi dalam kasus ini memiliki peran untuk
mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh
sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara
manual, peningkatan gerak,peralatan (fisik,elektroterapeutik dan mekanis)
pelatihan fungsi dan komunikasi. Modalitas fisioterapi yang digunakan adalah
ultrasound therapy dan transverse friction.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus untuk
mengetahui penalaksanaan fisioterapi pada penderita de quervain syndrome
dengan modalitas ultrasound therapy dan transverse friction untuk mengurangi
nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional tangan.
Hasil: Penatalaksanaan fisioterapi pada pasien de quervain syndrome dengan
modalitas ultrasound therapy dan transverse friction selama 4 minggu 3 kali
dalam seminggu telah dilakukan dengan standar oprasional dan didapatkan hasil
adanya penurunan nyeri dan peningkatan aktivitas fungsional tangan.