Abstract :
Latar Belakang: Sendi ankle merupakan anggota ekstremitas bawah yang
berfungsi sebagai stabilisasi dan penggerak tubuh. Sendi ankle dibentuk oleh os
tibia dan os fibula. Dua tulang tersebut terikat oleh ligament yang berbentuk
seperti pita. Cedera yang terjadi pada ligament ini disebut sprain ankle atau lebih
dikenal terkilir yang disebabkan overstretch ligamentum akibat gerakan inversi atau eversi secara mendadak yang melebihi batas lingkup gerak sendi.
Seseorang yang sedang mengalami atau setelah mengalami sprain ankle secara
otomatis terganggu kemampuan fungsionalnya dan sulit mempertahankan
balance secara optimal.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah lateral running, side to side drill?s dan single
leg standing ball dapat meningkatkan agility dan balance pada atlet basket pasca
sprain ankle
Metode Penelitian: Metode penelitian yanng digunakan dalam melakukan
penulisan laporan tugas akhir ini adlah penelitian deskriptif dan action research,
dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Hasil: Pasien menjalani program fisioterapi dan mendapatkan penanganan
sebanyak 12 kali terapi. Pada pertemuan sesi pertama didapatkan hasil T-test
9.51 detik dengan ranking good dan hasil dari y-balance test anterior kaki kanan
dan kaki kiri 68cm, posteromedial kaki kanan 89 cm dan kaki kiri 86 cm,
posterolateral kaki kanan 89 cm dan kaki kiri 88 cm, dan composite dari ybalance
tersebut kaki kanan sebesar 83.83% dan kaki kiri 82,31%. Kemudian
terdapat peningkatan agility dan balance dari mulai terapi pertama hingga ke 12
kali pertemuan dengan nilai T-test 9.42 detik dan y-balance test anterior kaki
kanan 72 cm dan kaki kiri 71 cm, posteromedial kaki kanan 91 cm dan kaki kiri
91 cm, posterolateral kaki kanan 93 cm dan kaki kiri 92 cm, dengan composite
kaki kanan sebesar 86,19% dan kaki kiri 86,39%.
Kesimpulan: Dengan pemberian lateral running, side to side drill?s dan single leg
standing ball dapat meningkatkan agility dan balance pada atlet basket pasca
sprain ankle.