Abstract :
Latar Belakang: Piriformis syndrome merupakan salah satu gangguan
neuromuskular yang di sebabkan oleh saraf sciatic (nervus ischiadicus) yang
terkompresi atau teriritasi oleh otot piriformis sehingga menimbulkan efek nyeri,
kesemutan, pada area bokong sampai perjalanan saraf sciatica. Fisioterapi
dalam kasus ini memiliki peran untuk mengurangi problematika yang ada seperti
mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi dan meningkatkan
kemampuan fungsional. Modalitas fisioterapi yang di gunakan adalah
Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Friction dan Muscle Energy
Technique.
Metode Penelitian: Metode penelitian yaitu studi kasus untuk mengetahui
manfaat dan efektivitas dari penggunaan Transcutaneous Electrical Nerve
Stimulation, Friction dan Muscle Energy Technique untuk mengurangi nyeri,
meningkatkan lingkup gerak sendi dan meningkatkan kemampuan fungsional
pada kasus piriformis syndrome.
Hasil : Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali selama 2 minggu didapatkan
hasil berupa penurunan nyeri yang diukur dengan visual analogue scale,
penurunan spasme otot piriformis, peningkatan lingkup gerak sendi pada
gerakan flexi dan endorotasi hip joint yang diukur dengan goniometer, dan
peningkatan kemampuan fungsional yang diukur dengan oswerty disability index.
Kesimpulan : Penatalaksanaan fisioterapi dengan Transcutaneous Electrical
Nerve Stimulation, Friction dan Muscle Energy Technique dapat membantu
mengurangi gangguan pada pasien dengan kasus piriformis syndrome.