Abstract :
Latar Belakang : Iliotibial band syndrome adalah melakukan gerakan terus
menerus ke arah fleksi-ekstensi dengan adanya genu varus sehingga
memungkinkan terjadi gesekan antara iliotibial band (ITB) dan lateral femoral
epicondylus (LFE) sehingga terjadi lah yang dinamakan iliotibial band syndrome
(ITBS). Peran fisioterapi dalam menangani kasus iliotibial band syndrome (ITBS)
dengan teknik yang berbeda untuk membantu pemulihan dan rehabilitasi, metode
terapi yang diterapkan beberapa di antaranya adalah infra red, stretching exercise
dan isotonik exercise.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini yaitu study kasus untuk mengetahui
seberapa lebih jauh manfaat dari penggunaan infra red (IR), stretching, dan isotonik
exercise untuk meningkatkan fleksibilitas pada kasus iliotibial band syndrome
(ITBS).
Hasil : Setelah dilakukanya tindakan fisioterapi sebanyak 12 pertemuan kali
selama 4 minggu telah terjadinya peningkatan lingkup gerak sendi yang diukur
mengunakan goniometer. Setelah diberikan tindakan 12 kali didapatkan
peningkatan lingkup gerak sendi dari pertama terapi T0 yaitu dari abduksi (30°),
adduksi (5°), dan setelah terapi T12 terdapat peningkatan lingkup gerak sendi
abduksi (45°), adduksi (15°).
Kesimpulan : Penatalaksanaan fisioterapi dengan Infra Red (IR), Stretching dan
Isotonik Exercise dapat membantu mengurangi gangguan pada pasien dengan
kasus iliotibial band syndrome.