Abstract :
Latar Belakang: Sprain ankle atau keseleo pergelangan kaki adalah cedera
umum pada atlet sepak bola yang dapat mengurangi kemampuan fisik dan
performa mereka. Rehabilitasi yang efektif sangat penting untuk memulihkan
kekuatan dan fungsi otot lower body. Latihan plyometric, yang melibatkan
gerakan eksplosif seperti lompatan dan tolakan, dapat menjadi metode yang
efektif dalam meningkatkan kekuatan dan ketangkasan otot. Pendekatan ini
tidak hanya membantu pemulihan tetapi juga meningkatkan kemampuan atlet
untuk melakukan gerakan dinamis dalam permainan. Penelitian ini
mengeksplorasi efektivitas latihan plyometric dalam rehabilitasi sprain ankle,
serta memberikan panduan praktis untuk pelatih dan fisioterapis.
Tujuan: Untuk mengetahui apakah latihan plyometric dapat meningkatkan
agility, stabilty dan power otot lower body pada atlet pasca sprain ankle.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini yang digunakan dalam melakukan
penulisan laporan tugas akhir ini adalah menggunakan metode study case.
Hasil: Adanya peningkatan kekuatan power otot tungkai setelah melakukan
Latihan plyometric single leg hop dan double leg hop selama 6 minggu.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil program Latihan plyometric yaitu single leg
hop dan double leg hop pada pasien Mr. A, dengan usia 21 tahun dengan post
sprain ankle dextra gride 1, sebanyak enam belas pertemuan selama 6 minggu
didapatkan hasil bahwa adanya peningkatan kekuatan power otot tungkai,
agility dan stability..