Abstract :
Latar belakang : Sprain ankle adalah gangguan muskuloskeletal penyebab oleh
peregangan berlebihan atau robeknya ligament ankle. Dalam kebanyakan kasus
terjadinya akibat keseleo lateral atau medialyang tiba-tiba yang merobek ligament
ankle. Masalah lain yang menyebabkan sprain ankle adalah cedera yang dialami
sebelumnya atau terbatasnya mobilitas pergelangan kaki. Transcutaneus
Electrical Nerve Stimlation (TENS) digunakan pada penelitian ini. TENS bekerja
dengan cara merangsang pada serabut serabut saraf tipe ? ? sehingga bisa
menurunkan rasa nyeri. Terapi lathan pada sprain ankle memiliki tujuan yang
meliputi peningkatan kekuatan otot, stabilitas dan proprioception sendi, postur
yang lebih baik, perbaikan gerakan berjalan, serta peningkatan fungsi secara
keseluruhan.