Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya teknik pengolahan kopi dalam
menentukan citarasa akhir biji kopi robusta. Teknik sangrai dan roasting merupakan dua
metode yang sering digunakan, namun masing-masing teknik memiliki pengaruh yang
berbeda terhadap kualitas citarasa kopi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan
hasil pengolahan biji kopi robusta menggunakan kedua teknik tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk membandingkan hasil pengolahan teknik sangrai dan roasting terhadap
citarasa biji kopi robusta (Coffea robusta) di Desa Hujung, Lampung Barat. Metode
penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan dua perlakuan yaitu teknik sangrai
dan roasting. Pengujian citarasa dilakukan oleh panelis yang berpengalaman
menggunakan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
signifikan dalam citarasa antara biji kopi yang diolah dengan teknik sangrai dan roasting.
Biji kopi yang diolah dengan teknik sangrai lebih disukai oleh panelis dibandingkan kopi
yang diolah denga teknik roasting, hal itu dikarenakan biji kopi yang diolah dengan teknik
sangrai memiliki aroma yang lebih kuat dan rasa yang lebih kuat dibandingkan dengan kopi
yang diolah menggunakan teknik roasting, data dari penelitian ini menunjukkan nilai ratarata
dari skala hedonik tingkat kesukaan panelis pada kopi teknik sangrai pada aspek
aroma 4,45, rasa 4,2 dan kesan rasa 3,75. Sedangkan pada teknik roasting rata-rata dari
skala hedonik tingkat kesukaan panelis pada aspek aroma ialah 3,7, pada aspek rasa 3,95
dan pada aspek kesan rasa rata-ratanya adalah 3,55. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai
sumber belajar biologi untuk siswa SMA Kelas XII pada materi teknologi pangan,
khususnya dalam memahami proses pengolahan dan pengaruhnya terhadap kualitas
produk.