Abstract :
Perpindahan panas/perpindahan kalor merupakan suatu energi yang berpindah
akibat perbedaan suhu yaitu fluida yang mempunyai temperatur tinggi akan mentransfer
suhu panasnya menuju fluida bertemperatur rendah. Dalam perpindahan panas terdapat
alat penukar panas atau biasa disebut heat exchanger merupakan suatu alat yang
digunakan untuk memindahkan energi panas antara dua fluida atau lebih, memindahkan
panas dari sistem ke sistem lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
jumlah baffle, debit aliran terhadap laju perpindahan panas menyeluruh dan efektivitas
dari heat exchanger. Pada penelitian ini alat penukar panas yang digunakan yaitu type
shell and tube dengan variasi jumlah baffle type single segmental dengan variasi jumla 6
buah , 8 buah dan 10 buah, dengan variasi debit aliran 5 lpm, 10 lpm dan 15 lpm pada
fluida dingin dan untuk fluida panas kontan 5 lpm. Pengambilan data dilakukan dengan
mengukur temperatur fluida dingin masuk/keluar dan fluida panas masuk/dingin dengan
menggunakan alat pengukur suhu yang dipasang diberbagai titik saluran fluida masuk
dan fluida keluar pada heat exchanger type shell and tube . Data yang diperoleh
kemudian dihitung secara teoritis dan ditampilkan dalam bentuk grafik kemudian hasinya
dianalisa. Hasil penelitian diperoleh untuk koefisien perpindahan panas menyeluruh
tertinggi pada jumlah baffle 6 buah dengan debit 15 lpm sebesar 0,262 kW/m
.C dengan
efektifitas sebesar 26,9 %, pada baffle 8 dengan debit aliran 15 lpm sebesar 0,225
kW/m2
.C,dengan efektivitas sebesarr 25,1 % dan pada baffle 10 dengan debit aliran 15
lpm sebesar 0,149 kW/m2
.C, dengan efektivitas sebesarr 17,9 %. Semakin besar debit
aliran maka koefisien perpindahan panas menyeluruh dan efektuivitas heat exchanger
akan semakin meningkat.