Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan modul ajar berbasis
masalah, mengetahui penerapan modul ajar berbasis masalah pembelajaran
berdiferensiasi, dan mengukur peningkatan kemampuan nalar kritis siswa.
Penelitian ini dilatarbelakangi dari beberapa faktor masalah yang ditemukan dari
hasil penyebaran angket dan wawancara yaitu kemampuan nalar kritis yang masih
rendah, belum adanya penerapan pembelajaran berdiferensiasi, dan penggunaan
model pembelajaran discovery dengan metode ceramah. Metode penelitian yang
digunakan adalah R&D (Reserch and Development) dengan model penelitian
pengembangan ADDIE yang mana terdapat lima tahapan pengembangan
meliputi: analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Data
penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar angket validasi ahli modul
ajar, angket respon pengguna guru dan siswa, lembar validasi soal tes dan soal
tes. Kelayakan modul ajar berbasis masalah pada materi energi alternatif secara
keseluruhan dikategorikan sangat layak dengan presentase sebesar 91,66% yang
terdiri dari validasi ahli modul ajar. Penerapan modul ajar berbasis masalah dalam
pembelajaran berdiferensiasi dilihat dari hasil yang telah dilakukan melalui
assesmen awal atau assesmen diagnostik terdapat 3 kelompok gaya belajar yaitu
kelompok visual berjumlah 9 siswa menghasilkan nilai persentase sebesar
85,55%, kelompok auditory berjumlah 8 siswa menghasilkan nilai persentase
sebesar 85,75%, dan kelompok kinesthetic berjumlah 8 siswa menghasilkan nilai
persentase sebesar 87,25%. Berdasarkan hasil angket respon pengguna siswa
dari masing-masing kelompok visual, auditory, dan kinesthetic menghasilkan
penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang efektif dan sangat baik dilakukan
dalam kegiatan pembelajaran. Dan respon pengguna guru dan siswa rata-rata nilai
presentase yang sangat baik, masing-masing sebesar 86,4% dan 86,13%.
Penggunaan modul ajar berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan nalar
kritis siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil soal tes kemampuan nalar
kritis siswa yang signifikan, dengan N-gain score sebesar 0,81 dalam kategori
tinggi