Abstract :
Kopi merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia yang memiliki
peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Produksi kopi dari
tahun 2020 sampai dengan 2022 mengalami fluktuasi. Adapun penyebabab dari
kesalahan dalam pasca panen yang kurang tepat untuk mendapatkan biji kopi
yang berkualitas baik maka diperlukannya penanganan pasca panen dengan
melakukan proses sortasi, proses pencucian, proses pengeringan, dan proses
penyangraian. Metode ADDIE digunakan dalam pengembangan alat tersebut,
diantaranya: Tahap analysis, menganalisis perlunya dilakukan pengembangan
suatu produk dan menganalisis kelayakan serta syarat-syarat pengembangan
produk, Tahap design, merancang serta mendesain suatu produk. Tahap
development, pengembangan terhadap desain produk. Tahap implementation,
merealisasi rancangan suatu produk pengembangan, uji coba produk yang
dikembangkan dalam pembelajaran. Tahap evaluation, mengevaluasi hasil
produk yang dikembangkan dan penerapan dikelas. Data validasi dari tiga ahli
media terhadap alat peraga yang dikembangkan mendapatkan persentase rata-
rata sebesar 91,8% artinya sangat layak digunakan sebagai alat peraga. Dan
hasil validasi dari tiga ahli materi terhadap buku panduan alat dan praktik
mendapatkan persentase rata-rata sebesar 85,92% yang artinya sangat layak
digunakan sebagai panduan praktik alat peraga. Berdasarkan nilai rata-rata dari
validasi ahli media dan ahli materi Pada alat peraga pemilah biji kopi menunjukan
bahwa kriteria yang di dapatkan sangat layak dan hasil respon siswa
memperoleh nilai dengan kriteria sangat praktis untuk digunakan sebagai media
pembelajaran. Pemilihan bahan dan desain dalam pembuatan alat praktikum
telah diperhatikan, selain menggunkan bahan-bahan yang tidak mudah rusak,
bentuknya juga dibuat sederhana