DETAIL DOCUMENT
OLA PENDIDIKAN TOLERANSI BERAGAMA SISWA SMA N 1 SEPUTIH BANYAK LAMPUNG TENGAH
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Metro
Author
Gunawan, Arya
Subject
Pendidikan Agama Islam 
Datestamp
2025-03-17 06:56:21 
Abstract :
Toleransi adalah sikap terbuka dan hormat terhadap perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat. Ini mencakup pengakuan bahwa setiap orang memiliki hak untuk memiliki pandangan, keyakinan, dan kebiasaan yang berbeda, serta perlunya untuk menghormati hak-hak tersebut tanpa memaksakan pandangan pribadi. Toleransi beragama merupakan aspek penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pentingnya toleransi antarumat beragama, masih terdapat gap penelitian terkait faktor-faktor yang memengaruhi tingkat toleransi ini, khususnya dalam konteks pola pendidikan toleransi beragama. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Proses pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui proses Observasi (pengamatan), Interview (wawancara), dan Dokumentasi (pengambilan gambar). Teknik yang digunakan untuk analisis data pada penelitian ini adalah mereduksi data, menyajika data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu: pertama, Pola pendidikan toleransi beragama siswa SMA N 1 Seputih Banyak Lampung Tengah adalahpola pendidikan melalui penguatan cara pandang sikap dan praktik beragama, pola pendidikan melalui penguatan kerukunan umat beragama, pola pendidikan melalui penyelarasan relasi agamadan budaya dan didukung dengan program lampung mengaji,jumat religi dan ekstrakulikuler. Kedua, Bentuk bentuk pendidikan toleransi antar siswa dengan terwujudnya sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan, terciptanya pola piker terbuka siswa terhadap kemajemukan, menurunnya sikap diskriminasi dan tindak ujar kebencian menyagkut sara, meningkatnya sikap inklusif siswa dalam hal moderasi beragama. Ketiga, Faktor pendukung pendidikan toleransi adalah optimalisasi pendidikan inklusif seperti lingkungan belajar yang aksesibel melalui kerjasama dengan orang tua dan guru. Fasilitas yang memadai seperti pondok baca, gedung serba guna dan tempat beribadah. Sedangkan faktor penghambat pendidikan toleransi yaitu kurangnya keterlibatan orang tua dalam optimalisasi toleransi dan penyalahgunaan media sosial 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Metro