Abstract :
Produk utama dari pirolisis yang dapat dihasilkan adalah arang (char), minyak, dan
gas. Pembakaran pirolisis membutuhkan bahan bakar. Biomassa merupakan salah satu
jenis bahan bakar yang dapat digunakan. Setiap biomassa memiliki cepat bakar yang
berbeda dan juga ukuran suatu biomassa akan mempengaruhi pori antar bahan bakar
yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya udara yang dibutuhkan dalam pembakaran.
Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis biomasa
dengan ukuran butir bakar terhadap temperatur dan waktu pirolisis, dan nilai efisiensi,
banyak masa arang dan asap cair yang yang dihasilkan pada proses pembakaran
pirolisis. Biomassa yang digunakan sebagai bahan bakar adalah Kayu bongkahan,
Cangkang buah karet, dan sekam padi. Kayu yang digunakan untuk ukuran bongkahan
dan serut kayu adalah kayu sengon. Ukuran kayu bongkahan, panjangnya tidaklah lebih
dari 10 cm. Cangkang buah karet adalah bentuk asli dari cangkang buah yang telah
jatuh dari pohon karet. Data temperature, diambil dalam kurun waktu per 15 menit. Hasil
penelitian ini menunjukan, variasi bongkahan kayu sengon mencapai temperatur tertinggi
654 (?C) dengan waktu reaksi 60 menit mulai menetes dan 255 menit sampai berhenti
menetes, variasi cangkang buah karet mencapai temperature tertinggi 550,7 (?C) dengan
waktu raeksi 75 menit mulai menetes dan 255 menit sampai berhenti menetes, variasi
sekam padi mencapai temperatur tertinggi 347,1 (?C) dengan waktu reaksi 75 menit mula
menetes dan 315 menit sampai berhenti menetes. Evisiensi arang aktif berbanding
terbalik dengan asap cair, variasi kayu bongkahan mendapatkan arang aktif 20 % dan
asap cair 12 %, variasi cangkang buah karet mendapatkan arang aktif 24 % dan asap
cair 6 %, variasi sekam padi mendapatkan arang aktif 35 % dan asap cair 3%.