Abstract :
perubahan sifat mekanis tanah dengan nilai plastisitas tinggi yang
distabilisasi menggunakan difa soil stabilizer yang diparameterkan melalui nilai ?
nilai kuat geser tanah (tegangan tanah,cohesi tanah, sudut geser tanah) serta
tingkat kepadatan tanah (berat isi tanah maksimum dan kadar air optimum)
terhadap penurunan massa tanah.
Stabilisasi mekanis atau stabilisasi mekanikal dilakukan dengan mencampur
atau mengaduk dua macam tanah atau lebih yang bergradasi berbeda untuk
memperoleh material yang memenuhi syarat yang telah ditentukan komposisi
tambahannya. Bahan bahan adiktif adalah hasil olahan pabrik yang bila
ditambahkan kedalam tanah dengan perbandingan yang telah ditentukan akan
memperbaiki sifat ? sifat teknis tanah. Seperti, kekuatan, tekstur, kemudahan
dikerjakan (workability) dan plastisitas. Contoh ? contoh bahan tambahan adalah
: kapur, semen ,abu terbang, limbah sawit, garam dapur, difa soil stabilizer dan
aspal.
Soil stabilization adalah metode perbaikan tanah untuk dapat memenuhi
spesifikasi teknis material dalam aplikasi teknik stabilisasi tanah dapat dilakukan
secara mekanis dan kimiawi. Stabilisasi secara mekanis adalah dengan
memperbaiki sifat tanah secara fisik, biasanya dilakukan dengan mengurangi
volume rongga udara pada kadar air yang optimum saat pemadatan
(compaction) dilakukan. Sedangkan stabilisasi secara kimiawi dilakukan dengan
memperbaiki gaya ikatan secara mikro antara butir tanah dan bahan pembantu
yaitu difa soil stabilizer.