Abstract :
Tanah?lempung merupakan tanah yang bersifat multi component, terdiri
dari tiga fase yaitu padat, cair, dan udara.??Bagian yang padat merupakan
polyamorphous terdiri dari mineral inorganis dan organis.??Mineral-mineral
lempung merupakan subtansi-subtansi kristal yang sangat tipis yang
pembentukan utamanya berasal dari perubahan kimia pada pembentukan
mineral-mineral batuan dasar.??Semua mineral lempung sangat tipis kelompokkelompok
partikel
kristalnya
berukuran?10
koloid"(<0,002
mm)
dan
hanya
dapat
dilihat
dengan menggunakan mikroskop. Tanah yang kurang baik
karakteristiknya perlu dilakukan tindakan perbaikan, salah satunya dengan cara
stabilisasi tanah sebagai upaya memperbaiki sifat fisik dan sifat mekanis tanah
serta meningkatkan nilai CBR tanah. Stabillisasi mekanis atau stabilisasi kimiawi
merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukang dengan cara menambahkan
zat additive. Pada penelitian ini zat additive yang digunakan yaitu Difa Soil
Stabilizer dengan persentase 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8% sedangkan untuk
abu sekam padi menggunakan persentase 8%. ?Menurut sistem klasifikasi
USCS, hasil pengujian sifat fisik tanah asli menunjukkan bahwa tanah tersebut
memiliki nilai batas cair (LL) rata-rata?sebesar 26%,?dan nilai indeks
plastisitas?(PI)??rata-rata sebesar 4,95%. Apabila nilai tersebut diplotkan??pada
diagram plastisitas maka tanah tersebut masuk dalam??kelompok lempung
anorganis dan lempung berpasir dengan plastisitas rendah. Menurut sistem
klasifikasi AASTHO, sampel tanah termasuk kedalam kelompok A-2-4. Tanah
golongan ini termasuk tipe kerikil dan pasir yang berlanau atau berlempung. Dari
pengujian yang telah dilakukan nilai CBR yang didapat dari tanah lempung
berpasir menunjukkan nilai sebesar 4,20% yang mana untuk nilai tersebut belum
memenuhi syarat dari Bina Marga yaitu sebesar 6%. Maka dari itu perlu
dilakukan stabilisasi mekanis menggunakan Difa Soil Stabilizer dan abu sekam
padi. Pada pengujian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan zat additive
berupa Difa Soil Stabilizer dan abu sekam padi dapat meningkatkan daya
dukung tanah lempung berpasir untuk akses jalan tanah. Terutama untuk CBR
tanah dengan meningkatkan persentase zat additive dan kadar air yang tepat
maka akan semakin baik pula nilai CBR yang didapat. Pada penelitian ini
didapatkan nilai CBR optimumnya sebesar 7,17% pada campuran 0,6% Difa
Soil Stabilizer dan 8% abu sekam padi, yang mana nilai tersebut sudah
memenuhi syarat dari Bina Marga.