Abstract :
Gasifikasi merupakan metode mengkonversi secara termokimia bahan
bakar padat menjadi bahan bakar gas (syn-gas) dalam wadah gasifer dengan
menyuplai agen gasifikasi seperti uap panas, udara dan lainnya. Biomassa
merupakan suatu bahan bakar atau energi terbarukan yang mudah didapat
seperti, biomassa pertanian seperti sekam padi, tongkol jagung, biomassa
perkebunan, seperti kayu karet. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui
pengaruh perbandingan temperatur dan lama pembakaran, jumlah tar dan
jumlah arang. Mengetahui perbandingan jenis biomassa terhadap besar nyala
api, warna nyala api dan lama waktu nyala api dengan menggunakan filter zeolit
alam. Metode pengujian yang dilakukan yaitu memvariasikan jenis biomassa,
biomassa yang digunakan yaitu tongkol jagung, kayu karet, sekam padi.
Berdasarkan hasil penelitian pengaruh pada variasi biomassa terhadap
temperatur dan lama waktu pembakaran yaitu jenis biomassa yang di variasikan
mempengaruhi temperatur, yaitu biomassa sekam padi dengan temperatur
tertinggi 569,9 °C dan waktu pembakaran terlama yaitu biomassa sekam padi
120 menit, Jumalah tar terbanyak didapatkan pada biomassa sekam padi yaitu
498 gram dan arang terbanyak didaptkan pada biomassa kayu karet yaitu 3 kg.
Terhadap besar nyala api didapatkan nyala api yang terbesar dengan biomassa
sekam padi, warna nyala api terbaik didapatkan dengan biomassa sekam padi
yaitu berwarna biru, waktu nyala api terlama didapatkan dengan biomassa
sekam padi yaitu 74,3 menit. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan jenis
biomassa mempengaruhi temperatur,lama pembakaran,jumlah tar dan jumlaha
arang, besar nyala api, warna nyala api dan lama waktu nyala api.