Abstract :
ABSTRAK
Asep Harwanto. 2021. Analisis Parameter Sifat Fisik dan Mekanis Tanah
Lempung Berplastisitas Rendah Menggunakan Bahan Additive Diva Soil
Stabilizer dan Semen. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,
Universitas Muhammadiyah Metro. Pembimbing
(I
) Yusuf Amran, S.T., M.T
, Pembimbing
(II
) Leni Sriharyani, S.T., M.T.
Kata Kunci: Sifat Fisik dan Mekanis Tanah, Analisis Parameter Tanah
Tanah dasar
(subgrade
)merupakan lapisan tanah asli yang terletak
paling bawah yang berfungsi sebagai tempat perletakan lapis perkerasan dan
mendukung konstruksi diatasnya. Daya dukung suatu lapisan tanah tertentu
tergantung dari kepadatan tanah yang menyusun lapisan tersebut, semakin kecil
CBR
(california bearing ratio
) suatu lapisan dari jenis tanah tertentu maka lapisan
yang dibuat diatasnya haruslah semakin tebal. Salah satu tanah yang biasa
ditemukan pada suatu konstruksi yaitu jenis tanah lempung.Tanah lempung
memiliki kemampuan menyerap air yang cukup tinggi dan kondisi pengaliran air
sangat rendah. Tanah lempung merupakan jenis tanah dengan daya dukung
rendah, pengaruh air sangat besar terhadap perilaku fisik dan mekanisnya. Dari
hasil penelitian/pengujian terhadap sampel tanah, secara umum menunjukkan
semakin banyak persentase penggunaan semen maka daya dukung tanah
semakin baik, namun jika penggunaan pada jenis tanah lempung berplastisitas
rendah, dianjurkan penggunaan difa soil stabilizer yang digunakan secara
bersamaan dengan semen persentase optimum pada 4% dari berat/volume
tanah kering, yang diparameterkan melalui sifat mekanis tanah meliputi nilai hasil
uji pemadatan tanah/uji proctor
(kadar air optimum dan berat isi kering
maksimum tanah
) dan nilai hasil pengujian CBR
laboratorium.Terjadi
peningkatan daya dukung tanah yang diindikasikan adanya peningkatan nilainilai
CBR tanah campuran dari nilai CBR tanah asli, pada persentase
penambahan difa soil stabilizer dan semen sebesar 4% ternyata telah mampu
meningkatkan nilai CBR tanah dasar menjadi 6,37% dari CBR tanah asli sebesar
2,7%, nilai ini telah memenuhi batas minimum CBR tanah dasar/sub grade yang
ditentukan oleh spesifikasi umum Bina Marga Tahun 2010 yaitu sebesar 6%.