Abstract :
Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui tentang pers di Indonesia pada
masa pergerakan nasional 1932-1933. (2) untuk menganalisis latar belakang dan
tujuan dari penerbitan majalah Fikiran Ra?jat tahun 1932-1933. (3) untuk
menganalisis isi majalah Fikiran Ra?jat 1932-1933 pada masa pergerakan
nasional. (4) untuk menganalisis pengaruh keberadaan majalah Fikiran Ra?jat
terhadap rakyat Indonesia pada masa pergerakan tahun 1932-1933 yang dapat
memunculkan rasa nasionalisme. (5) untuk menganalisis akhir dari penerbitan
majalah Fikiran Ra?jat tahun 1932-1933.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Historis.
Teknik pengumpulan data (heuristik) merupakan tahap pertama dalam penelitian
dengan mengumpulkan sumber dari berbagai literatur. Kritik ekstern untuk
menguji aspek luar dari sumber sejarah. Kritik Intern untuk menekankan aspek
dalam dari sumber. Interpretasi (penafsiran) untuk menganalisis data yang telah
diperoleh. Historiografi (penulisan) hasil penulis sesuai dengan fakta.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa seiring berjalannya waktu, pers
membentuk sebuah majalah, salah satunya adalah majalah Fikiran Ra?jat.
Redaksi majalah ini dipimpin oleh Soekarno. Majalah Fikiran Ra?jat terbit pertama
kali pada tanggal 15 Juni 1932 yakni edisi percontohan. Respon masyarakat
terhadap majalah ini sangat baik, sehingga majalah ini diterbitkan seminggu
sekali. Isi dari majalah Fikiran Ra?jat terdiri dari karikatur, artikel-artikel, primbon
politik, kronik umum dan khusus, dan iklan. Akhir dari majalah Fikiran Ra?jat
adalah ketika terjadi pembredelan dan penangkapan Soekarno, hal ini karena
Majalah Fikiran Ra?jat dianggap sebagai majalah terlarang dan adanya unsur
penyerangan terhadap kolonialisme Belanda
Kesimpulan dari penelitian ini adalah majalah Fikiran Ra?jat terkenal
dengan majalah Politik Populer, isi dari majalah Fikiran Ra?jat sebagian besar
adalah tentang isu-isu politik yang terjadi pada masa pergerakan. Pengaruh
majalah Fikiran Ra?jat terhadap kehidupan rakyat Indonesia yakni menjadi
sebuah media untuk mempersatukan kekuatan, menjalin hubungan dan
mempererat rasa persaudaraan (Sosial), serta rakyat mulai memahami
bagaimana situasi politik pada saat itu dan bagaimana menyikapinya.