Abstract :
RIKA AYUNINGTIAS. Uji Aktivitas Biolarvasida Ekstrak Daun Cocok Bubu (Elatostema rostratum (Blume) Hassk) terhadap Larva Aedes aegypti. Dibimbing oleh SALIH MUHARAM dan LELA LAILATUL KHUMAISAH.
Aedes aegypti merupakan vektor utama penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD). Untuk memutus mata rantai penyebaran Aedes aegypti dapat menggunakan larvasida. Namun, larvasida yang banyak digunakan pada umumnya jenis larvasida sintetik yang menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, alternatif lain adalah dengan menggunakan larvasida alami (biolarvasida) yang dapat berasal dari tumbuhan, salah satunya cocok bubu (Elatostema rostratum (Blume) Hassk). Tumbuhan yang berpotensi sebagai biolarvasida adalah yang mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin, tanin dan steroid. Metabolit sekunder ini banyak ditemukan pada tumbuhan genus Elatostema. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas biolarvasida ekstrak daun cocok bubu terhadap larva Aedes aegypti. Ekstraksi senyawa aktif biolarvasida daun cocok bubu dilakukan melalui teknik maserasi dengan pelarut aseton. Setelah itu, dilakukan skrining fitokimia, uji toksisitas dengan metode BLST dan uji aktivitas biolarvasida terhadap larva instar III Aedes aegypti. Uji biolarvasida ekstrak daun cocok bubu dilakukan pada konsentrasi 10, 50, 100 dan 250 ppm dengan replikasi 2 kali selama 24 jam pengamatan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun cocok bubu memiliki kandungan senyawa golongan flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, saponin, dan steroid. Uji toksisitas menghasilkan nilai LC50 sebesar 798,82 ppm. Hasil uji biolarvasida menunjukkan bahwa ekstrak daun cocok bubu dengan konsentrasi 100 dan 250 ppm memiliki 100% kematian dengan nilai LC50 yang diperoleh dari hasil analisis menggunakan software SPSS 25 sebesar 51,099 ppm. Nilai LT50 pada konsentrasi tertinggi diperoleh selama 5 jam 43 menit. Nilai tersebut telah menunjukkan bahwa cocok bubu berpotensi sebagai biolarvasida.