Abstract :
Angka kejadian Sectio Caesarea mencapai 8,7% menurut (Riskesdas, 2013) dan yang terakhir yakni di Sukabumi pada tahun 2017 mencapai 1.520 orang, salah satu penyebabnya yaitu Chepalo Pelvic Disproportion (CPD). tujuan umum Karya Tulis Ilmiah ini untuk memproleh suatu pengalaman yang nyata dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien post op Sectio Caesaria dengan indikasi Chepalo Pelvic Disproportion (CPD) secara langsung dan komprehensif meliputi aspek biopsiko-sosial dan spiritual dengan pendekatan proses keperawatan. Metode yang dilakukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode analis deskriptif melalui studi kasus yang dilaksanakan terhadap seorang klien dengan cara melakukan tindakan yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh klien. Setelah di lakukan proses keperawatan didapatkan 3 hasil dalam diagnosa keperawatan pada klien Sectio Caesaria dengan indikasi Chepalo Pelvic Disproportion (CPD) yakni nyeri berhubungan dengandilatasi servik, trauma jaringan dan konraksi uterus, resiko infeksi berhubungan dengan kerentanan tubuh terhadap pembedahan, defisit perawatan diri berhubungan dengan gangguan musculoskeletal ditandai dengan ketidakmampuan menjangkau kamar mandi. CPD merupakan ketidak sesuaian antara janin dan panggul ibu sehinga hal tersebut yang menyebabkan salah satu faktor angka kematian ibu dan angka kematian bayi meningkat pertahunnya, oleh karena itu untuk mengurangi angka kematian tersebut diharapkan seorang ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya dengan rutin ke dokter, melakukan olahraga ringan secara teratur, dan memulai pola hidup yang lebih sehat.