Abstract :
Penelitian ini dilaksanakan di PT. Martina Berto Tbk, perusahaan yang terdaftar di subsektor kosmetik dan rumah tangga Bursa Efek Indonesia. Objek dari penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Martina Berto Tbk yang mengalami penurunan pada penjualan di setiap tahunnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui analisis rasio aktivitas untuk mengukur efektivitas peerusahaan PT. Martina Berto Tbk. ditinjau dari tujuh aspek yakni (receivable turnover, days of receivable, inventory turnover, days of inventory, working capital turnover, fixed assets turnover dan total assets
turnover) periode tahun 2012-2016. Data dalam penelitian ini diperoleh dari data sekunder yang diantaranya adalah studi kepustakaan dan dokumentasi perusahaan. Metode analisis yang
dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Perusahaan PT. Martina Berto Tbk ditinjau dari rasio aktivitas pada receivable turnover tahun 2012-2016, sebesar 2,4 kali, 2,3 kali, 2,2 kali, 2,1 kali dan 1,9 kali, menunjukkan penurunan dan dinilai kurang baik. Rasio aktivitas pada days of receivable tahun 2012-2016, sebesar 152 hari, 158 hari, 165 hari, 173 hari dan 192 hari, menunjukkan hari ratarata penagihan piutang yang cenderung semakin lambat dan dinilai kurang baik. Rasio aktivitas inventory turnover tahun 2012-2016, sebesar 13,5 kali, 12,0 kali, 8,9 kali, 9,0 kali dan 7,2 kali, menunjukkan penurunan dan dinilai kurang baik. Rasio aktivitas days of inventory tahun 2012-2016, sebesar 27 hari, 30 hari, 41 hari, 40 hari dan 50 hari, menunjukkan fluktuasi dan dinilai kurang baik. Rasio aktivitas working capital turnover tahun 2012-2016, sebesar 1,9 kali, 1,8 kali, 2,0 kali, 2,1 kali dan 2,1 kali, menunjukkan fluktuasi dan dinilai kurang baik. Rasio aktivitas fixed assets turnover tahun 2012-2016, sebesar 8,8 kali, 4,7 kali, 4,5 kali,
4,7 kali, dan 4,6 kali menunjukkan fluktuasi dan dinilai kurang baik. Rasio aktivitas total assets turnover tahun 2012-2016, sebesar 1,1 kali, 1,0 kali, 1,0 kali, 1,0 kali, 0,9 kali, menunjukkan fluktuasi dan dinilai kurang baik. Dengan adanya fluktuasi ini mengakibatkan pengelolaan aktiva menjadi kurang baik dan kemampuan penjualannya pun menurun.