Abstract :
Perkembangan lembaga keuangan syariah di indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini dipengaruhi oleh beberapa aspek. Salah satu aspek tersebut adalah jaringan yang semakin meningkat dan berkembangnya jumlah bank syariah. Bank syariah dalam perkembangan saat ini dituntut bukan hanya dari segi kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas. Dengan berkembangnya kualitas maka bank syariah akan semakin dilirik dan dipilih oleh nasabah. Perkembangan kualitas bank syariah dapat ditinjau dari kemampuan kinerja bank syariah dan kelangsungan usahanya yang dipengaruhi oleh kualitas penanaman dana atau pembiayaan. Penghimpunan dana dalam bank syariah terbagi menjadi tiga, yaitu tabungan, giro dan deposito. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh tabungan mudharabah dan deposito mudharabah terhadap bagi hasil mudharabah pada Bank Muamalat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan Bank Muamalat, dengan jumlah periode 11 tahun. Kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 16. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tabungan dan deposito secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap bagi hasil mudharabah pada Bank Muamalat. Hal tersebut dibuktikan dari nilai signifikasi sebesar 0,027 kurang dari 0,05. Dan secara parsial variabel tabungan mudharabah (XI) tidak berpengaruh terhadap bagi hasil Mudharabah dengan hasil nilai t hitung sebesar 1,839 dengan nilai t tabel 2,306.Sedangkan variabel deposito (X2) terdapat pengaruh secara parsial terhadap pendapatan bagi hasil mudharaabah dengan nilai t hitung 3,501 dengan nilai t tabel 2,306. Hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0.642 atau 64 ,2% .variabel terikat bagi hasil mudharabah dapat dijelaskan oleh variabel tabungan dan deposito, sedangkan sisanya yaitu 35,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan atau dimasukkan dalam penelitian ini.
Kata kunci : Tabungan mudharaabah, deposito mudharaabah, pendapatan bagi hasil mudharaabah