Institusion
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Author
S U K A R L I, S U K A R L I
Subject
QA Mathematics
Datestamp
2015-04-15 02:10:17
Abstract :
Kunci : Prestasi Belajar Matematika Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Team Assisted Individualization.
Materi Matematika terutama yang menyangkut persamaan linier dua variabel disampaikan di kelas X. Dari materi ini ternyata paling sering menjadi SKL dalam Ujian Nasional, sehingga karena disampaikan di kelas X banyak anak yang sudah lupa dengan materi tersebut. Untuk itu dalam materi ini perlu disampaikan dengan model yang menarik agar semua materi terus terpatri dalam ingatan siswa. Diskusi Model Pembelajaran Kooperatif Team Assisted Individualization dinilai yang cukup menarik untuk kompetensi ini.
Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (1) Apakah pembelajaran matematika pada kompetensi Persamaan Persamaan Linier Dua Variabel dengan model kooperatif Team Assisted Individualization dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X.H SMAN 3 Ponorogo Tahun Pelajaran 2013 / 2014 ? (2) Apakah pembelajaran matematika pada kompetensi Persamaan Persamaan Linier Dua Variabel dengan model kooperatif Team Assisted Individualization dapat meningkatkan respon siswa kelas X-H SMAN 3 Ponorogo Tahun Pelajaran 2013 / 2014 ?
Setelah dilakukan proses pembelajaran selama dua siklus, maka dalam model pembelajaran ini ternyata cenderung meningkatkan frestasi dan aktivitas siswa dalam peran sertanya pada kegiatan pembelajaran yang berlangsung di kelas. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X-H SMAN 3 Ponorogo Tahun Pelajaran 2013 / 2014.
Dari hasil penelitian diperoleh data prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu : siklus I (71,8%) dan siklus II (87,5%). Maka dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran Team Assisted Individualization berpengaruh positif terhadap prestasi belajar dan minat siswa.Meskipun penelitian ini hanya dilakukan dalam satu kelas sebagai sample, sehingga sangat memungkinkan kelas lain proses dan hasilnya akan berbeda walaupun memakai model yang sama. Terakhir model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika yang cukup menarik..