Abstract :
Batu bara sebagai bahan utama dalam pemenuhan pembangkit listrik sudah semakin menipis ketersediaannya, sehingga diperlukan pengalihan ke bahan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode Co-Firing merupakan salah satu upaya untuk membangun energi baru dan terbarukan yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan sebelumnya bahwa metode co-firing dengan menggunakan serbuk kayu terbukti ramah lingkungan dan mempu menurunkan kadar emisi gas buang pada pembangkit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh campuran serbuk kayu kedondong terhadap performa dan emisi gas buang pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif dengan bentuk penelitian eksperimen. Data didapatkan dengan melakukan pengujian performa dan emisi gas buang pada proses co-firing dengan variasi campuran 5%, 10%, 15%, 20% pada biomassa kayu kedondong dan 100% batu bara. Proses co-firing dilakukan dalam sebuah boiler dan pada setiap variasi campuran dilakukan pengambilan data sebayak 8 kali. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh hasil performa co-firing dengan kayu kedondong , seperti Load, Coal Flow, FEGT (Furnace Exit Gas Temperature), Bed Temperature, Pressure Air Chamber, Total Air Flow, Main Steam Pressure (MSP), Main Steam Temperature (MST), dan Drain bottom Ash yang terpantau normal dalam batasan nilai referensi. Dan juga Emisi gas buang yang dihasilkan berupa NOx dan SO2 rata ? rata nya menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan penggunaan batu bara.