Abstract :
Kecemasan bagi remaja dapat terjadi ketika remaja mudah terancam atau memiliki kepercayaan diri yang rendah. Remaja yang mengalami kecemasan berpotensi mengalami perubahan tekanan darah akibat perasaan yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada remaja di SMAN 1 Ngrayun Ponorogo.
Metode dalam penelitian ini yaitu cross sectional correlation dengan pendekatan observasional. Sampel yang digunakan sejumlah 73 siswa-siswi kelas XII di SMAN 1 Ngrayun yang diperoleh melalui metode simple random sampling. Data primer diperoleh melalui pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan kuesioner HARS. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak mengalami kecemasan sejumlah 39 siswa (53,4%), kecemasan tingkat ringan sejumlah 23 siswa (31,5%), kecemasan sedang sejumlah 5 siswa (6,8%), dan kecemasan berat sejumlah 6 siswa (8,2%). Selanjutnya yaitu responden yang memiliki nilai tekanan darah normal sejumlah 47 siswa (64,4%), hipotensi sejumlah 17 siswa (23,3%) dan pra hipertensi yaitu 9 siswa (12,3%). Berdasarkan hasil analisis dengan uji statistika spearman rank test diperoleh pvalue 0,004 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,01 sehingga dinyatakan bahwa H1 diterima, terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada remaja di SMAN 1 Ngrayun Ponorogo.
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi seperti memberikan edukasi secara rutin sehingga dapat melakukan upaya untuk mengurang risiko terjadinya hipertensi serta mengontrol perasaan cemas yang mungkin akan dihadapi