Abstract :
Abstrak
Absor, Ulil, 2022.Pendidikan moderasi Islam menurut Gus Dur dan
Buya Hamka. Tesis Program Pascasarjana Universitas
Muhammadiyah Ponorogo, Pembimbing: (1). Dr. H. Nurul Iman, Lc,
M.H.I (2). Dr. Wahyudi setiawan, M.Pd.I
Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang
multikulturalisme seringkali memunculkan klaim kebenaran tunggal
sehingga memicu terjadinya aksi kekerasan, kebencian, sikap tidak
saling menghargai dan menghormati antar sesama manusia.Oleh
karena itu kita perlu memahami tentang bagaimana konsep pendidikan
moderasi Islam dan bagaimana pandangan Gus Dur dan Buya Hamka
sebagai representasi tokoh Islam yang berpaham moderat serta apa
kontribusi kedua tokoh tersebut terhadap perkembangan Islam di
Indonesia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menambah wawasan
keilmuan dan mengetahui pentingnya pendidikan moderasi berislam
dalam kehidupan tentang pemikiran Gus Dur dan Buya Hamka dalam
kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode studi
pustaka (library research) karya asli kedua tokoh tersebut sebagai
sumber utamanya.
Adapun konsep dari pendidikan moderasi Islam di Indonesia
diantaranya Tawasuth atau mengambil sikap tengah-tengah, tidak
terlalu keras juga tidak terlalu bebas. Tawazun atau seimbang dalam
memahami dan mengamalkan segala aspek kehidupan. Tasamuh atau
toleransi / saling menghormati dan menghargai perbedaan satu sama
lain. I?tidal atau berdiri tegak, artinya berani mengambil sikap tegas.
Sebagaimana dalam pandangan Gus Dur bahwa dalam
menerapkan moderasi Islam harus bersifat demokratis dan berkeadilan
yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keagamaan, kearifan
budaya dan kemajemukan masyarakat Indonesia tanpa adanya
diskriminasi. Sementara menurut Buya Hamka, pendidikan
moderasiyang memperhatikan mem profetik Islam, seperti
humanisasi, liberasi dan transendensi untuk perubahan sosial.
Moderasi Islam yang diteladankan oleh kedua tokoh ini
merupakan wajah Islam Indonesia yang damai, harmonis dan toleran,
komprehensif, seimbang antara teks dan konteks, ketuhanan dan nilai?nilai kemanusiaan, individu dan kelompok, keagamaan dan
kebangsaan juga sikap dan cita-cita manusia dalam membentuk
pribadi yang soleh baik secara spiritual maupun sosial.
Kata kunci: Moderasi Islam, Gus Dur dan Buya Hamka.