DETAIL DOCUMENT
PENGARUH VARIASI CORE SERAT DAUN NANAS DAN TEMPERATUR POST-CURING PADA KOMPOSIT TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN STRUKTUR MIKRO.
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Author
Priantama, Ari
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery 
Datestamp
2023-08-21 02:22:25 
Abstract :
Kemajuan industri yang pesat serta didukung berbagai inovasi yang kian banyak menggunakan material-material yang ringan dan kuat, sehingga diperlukan penelitian komposit sandwich dengan memanfaatkan serat alam yang ada. Komposit merupakan paduan antara berbagai bahan yang kemudian dibuat dengan metode Hand Lay Up sehingga menciptakan material yang mempunyai karakteristik yang ulet, ringan dan kuat tergantung pada elemen materi pengusungnya. Komposit sandwich dengan core serat daun nanas dan skin fiberglass 40% : 60% yang diproses pada temperature 70? selama 8 jam mendapatkan hasil rata-rata tegangan maksimal sebesar 547.721 Kgf. Sedangkan core serat daun nanas dan skin fiberglass 50% : 50% pada temperature 80? mendapatkan tegangan rata-rata maksimal 437.156 Kgf dan pada komposisi 60% : 40% temperatur 90? didapatkan rata-rata tegangan maksimal sebesar 225.882 Kgf. Selanjutnya pada tegangan terendah hasil pengujian bending pada temperature 70? rata-rata nilai uji bending sebesar 312.156 Kgf, pada pengujian mikro yang dilakukan dapat dilihat bahwa masih terdapat rongga yang cukup banyak pada temperatur tinggi sehingga menyebabkan nilai bending berkurang, semakin tinggi temperatur dan perpaduan serat daun nanas yang diterapkan semakin rendah nilai kekuatan bending yang dilakukan, sehingga dapat disimpulkan bahwa serat daun nanas tidak memberikan efek yang maksimal pada material komposit. Kata Kunci : Komposit Sandwich, Post-curing, Serat Daun Nanas, Resin, Uji Bending, Uji Struktur Mikro 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Ponorogo