Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penerapan PSAK No. 109,
Sistem Pengendalian Internal, Transparansi, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi
terhadap Akuntabilitas Keuangan Pada LAZISMU Ponorogo. Penelitian ini termasuk
penelitian kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner.
Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji kualitas data, uji
asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi
(R2
). Sampel dalam penelitian ini adalah amil yang tersebar di Kantor Layanan
Lazismu (KLL) Kabupaten Ponorogo. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan
teknik purposive sampling dan diperoleh 34 responden. Seluruh data yang telah
dikupulkan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan program SPSS versi 26.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Penerapan PSAK No.
109 berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas keuangan pada
LAZISMU Ponorogo. Hal ini berarti semakin baik Penerapan PSAK No. 109, maka
akuntabilitas keuangan akan meningkat. Sistem pengendalian internal berpengaruh
positif dan signifikan terhadap akuntabilitas keuangan. Hal ini berarti semakin tinggi
tingkat sistem pengendalian internal maka dapat meningkatkan akuntabilitas
keuangan. Transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas
keuangan. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat transparansi lembaga, maka dapat
meningkatkan akuntabilitas keuangan. Pemanfaatan Teknlogi Informasi berpengaruh
positif dan signifikan terhadap akuntabilitas keuangan. Hal ini berarti semakin baik
pemanfaatan teknologi informasi pada lembaga, maka akuntabilitas keuangan akan
semakin meningkat. Sedangkan secara simultan penerapan PSAK No 109, sistem
pengendalian internal, transparansi, dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh
terhadap akuntabilitas keuangan. Hal ini berarti varaibel penerapan PSAK No 109,
sistem pengendalian internal, transparansi, dan pemanfaatan teknologi informasi
secara bersama-sama dapat mempengaruhi akuntabilitas keuangan dengan tingkat
determinasi sebesar 62%. Sisanya sebesar 38% kemungkinan faktor lain yang
mempengaruhi akuntabilitas keuangan di luar model penelitian ini.