Abstract :
Proses penuaan membuat lansia lebih mudah mengalami gangguan tidur
yang berakibat pada kualitas hidupnya dan berhubungan dengan angka mortalitas
yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan pada
lansia dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur.
Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan pendekatan
proses keperawatan. Klien merupakan lansia dengan gangguan pola tidur. Proses
keperawatan meliputi pengkajian, implementasi, dan evaluasi.
Hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. S, klien mengalami gangguan
tidur karena sering terbangun di tengah malam karena BAK dan kebisingan.
Rencana keperawatan yang diaplikasikan berdasarkan diagnosa keperawatan
gangguan pola tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan (pencahayaan dan
kebisingan) yaitu dukungan tidur dengan kriteria hasil yang diharapkan yaitu pola
tidur membaik. Implementasi keperawatan dilaksanakan selama enam hari
terhitung sejak tanggal 8 Mei ? 13 Mei 2023, meliputi memodifikasi lingkungan,
menganjurkan menghindari minuman yang mengganggu tidur, mengidentifikasi
faktor pengganggu tidur, menjelaskan pentingnya tidur cukup selama sakit,
memfasilitasi hal-hal yang mampu menghilangkan stress sebelum tidur, dan
menganjurkan relaksasi autogenik. Evaluasi keperawatan diperoleh bahwa masalah
gangguan pola tidur klien teratasi dan intervensi relaksasi autogenik dan berdzikir
tetap dilanjutkan. Lansia dapat menerapkan terapi seperti relaksasi autogenik,
berdzikir, maupun terapi lainnya yang dapat membantu merilekskan tubuh sehingga
diperoleh pola tidur yang berkualitas dan berkuantitas.