Abstract :
Abstrak
Asupan makanan memiliki peranan yang penting pada penyembuhan luka post operasi fraktur tertutup. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan 3 pasien post operasi fraktur tertutup yang luka post operasinya terganggu. Hal ini salah satu penyebabnya adalah adanya budaya tarak atau pantang makanan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan terhadap penyembuhan luka.
Jenis penelitian yang telah digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif corelasional yang mengkaji hubungan antar dua variable dengan menggunakan pendekatan crossectional, dimana peneliti ingin mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen pada suatu saat tertentu, artinya setiap subjek hanya diobservasi sekali pada waktu yang sama.
Hasil penelitian didapatkan (40.0%) atau sebanyak 12 responden mendapatkan asupan makanan dengan baik dan (76.7%) atau sebanyak 23 responden mengalami penyembuhan luka post operasi kategori baik. Hasil statistik yang didapatkan yaitu p value =0.023 dan alpa =0.05, berarti Ho ditolak yaitu ada hubungan yang signifikan antara asupan makanan dengan penyembuhan luka pada pasien post operasi fraktur tertutup.
Dari hasil penelitian ini perawat di sarankan untuk memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga pentingnya asupan makanan setelah operasi, khususnya pada pasien post operasi fraktur tertutup.
Kata Kunci: asupan makanan, penyembuhan luka, pasca operasi