Abstract :
Brand atau citra dalam suatu kota sangatlah penting, ini akan membuat suatu kota mendapatkan nama di masyarakat secara luas. Begitu juga dengan Ponorogo, yang mana selalu dipandang sebagai Kota Reyog. Reyog merupakan brand dan kebanggaan bagi masyarakat ponorogo. Terlebih baru-baru ini ponorogo sedang disorot dengan adanya adat pengantin ponoragan. Dalam hal ini, penulis melakukan deskriptif kualitatif untuk menganalisa adat ponoragan ini dapatkah menjadi salahsatu elemen strategi city branding kabupaten ponorogo. Deskriptif kualitatif sendiri merupakan sebuah analisa yang dilakukan dengan pengumpulan data-data dan informasi kemuadian diuji kebenarannya. Untuk membantu dan mendukung analisa ini, penulis menggunakan representasi pada buku Juliastuti tahun 2000 dengan rujukan dari tulisan Stuard Hall, yaitu terdapat tiga jenis pendekatan dalam representasi yang meliputi pendekatan reflektif, intensional, dan konstruktivis. Sedangkan pembahasan citra, penulis mejuruk pada gagasan Frank Jefkins yang membagi jenis cita menjadi citra cermin, citra kini, citra keinginan, citra perusahaan, dan citra penampilan.
Kata Kunci: Citra dan Strategi City Branding.