Institusion
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Author
Kholif, Iskandar
Subject
BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Datestamp
2021-01-05 06:58:48
Abstract :
ABSTRAK
Kholif, Iskandar, 2019. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM (Perspektif Talents Mapping Abah Rama Royani). Skripsi, Program Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Kata Kunci: Pendidikan Islam, Talents Mapping, Bakat
Pendidikan Islam tidak terlepas dari dua sumber yakni Al Quran dan As Sunnah. Naoman Ali Khan menyebutkan kata ?Syaakilah? dalam Quran Surat Al-Israa 17:84 sebagai keunikan diri menjadi petunjuk menuju tugas serta menunjukkan apa alasan keberadaan manusia di dunia. Keunikan menurut Abah Rama Royani sebagai bakat. Maka penting bagi setiap orang mengenali syaakilaah-nya menjadi modal bagi manusia untuk berkarya dan beramal di dunia, serta menjawab panggilan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Konsep Pendidikan Islam Perspektif Talents Mapping Abah Rama Royani dan bagaimana cara menemukan bakat dan peran berdasarkan konsep Talents Mapping pada anak usia 0-21 tahun. Metode yang digunakan penulis adalah library research, yakni sebuah penelitian yang mengambil sumber data pustaka. Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan meneliti bahan yang memiliki kaitan dengan rumusan masalah. Proses analisis data dengan menganalisa data mentah disajikan secara deduktif dan ditarik kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa: 1) Konsep Pendidikan Islam Perspektif Talents Mapping Abah Rama Royani merupakan proses memfasilitasi dan memandu bakat guna membantu menemukan peran yang sesuai dengan minat dan potensinya sehingga memiliki harapan tinggi dapat memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan sebagai kholifah di bumi. Dengan mengidentifikasi minat kegiatan produktif kemudian menjadi rekomendasi bakat peran. 2) Cara menemukan bakat dan peran adalah dengan tiga tahapan, yaitu; Pertama, Kaya Wawasan: di saat berusia 0-7 tahun anak dikenalkan lebih dekat berbagai profesi dan peran, Kedua, Kaya Kegiatan: di saat berusia 7-14 tahun anak diajak untuk melakukan berbagai macam kegiatan produktif, Ketiga, Kaya Gagasan: di saat berusia 14-21 tahun anak dilatih untuk menemukan ide-ide yang cemerlang.