Abstract :
Keluarga merupakan unit kecil dalam tatanan masyarakat yang
bertanggung jawab atas perawatan dan pengasuhan anak serta membesarkannya
sehingga menjadi dewasa yang nantinya mampu membentuk keluarga baru.
Melalui keluarga, anak belajar menanggapi orang lain, mengenal dirinya, dan
selkaigus belajar mengelola emosinya.
Bagi kebanyakan anak, lingkungan keluarga merupakan lingkungan
pengaruh inti, setelah itu sekolah dan kemudian masyarakat. Peneliti tertarik
untuk meneliti pola komunikasi yang dilakukan oleh keluarga etnis dari berbagai
daerah yang pada saat ini ada di desa Kasihan. Yaitu bagaimana penerapan pola
komunikasi keluarga etnis dalam membentuk kemandirian anak dan faktor- faktor
pembentuk kemandirian anak.
Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan
teknik pengumpulan data dan observasi yang menjadi informan adalah bapak serta
ibu dari masing- masing keluarga dalam mendidik anak dalam keluarganya.
Dalam hal ini ada 8 keluarga yang menerapkan pola komunikasi yang berbeda-
beda.
Disini ada keluarga yang memekai pola komunikasi demokratis yang
mana orangtua lebih memberi kebebasan terhadap anak (tidak ada tekanan), dan
keluarga yang lain memakai pola komunikasi permisif, dan otoriter.
Dari masing ? masing cara berkomunikasi dalam keuarga etnis, meskipu
cara mereka berbeda namun mereka hanya satu tujuan, yaitu untuk melihat ananya
tumbuh menjadi aak yang mandiri dan berguna. Dimana orangtua mendidik anak
nya dengan cara memberikan arahan- arahan agar mendapatkan terhadap anak.
Dan dari hasil penelitian dari masing - masing anak di asuh oleh keluarga kecil
atau hanya di asuh oleh bapak dan ibunya saja.
Kata kunci : Komunikasi Antar Pri