DETAIL DOCUMENT
CULTURAL BRANDING KAMPUNG PESILAT KABUPATEN MADIUN PADA DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN MADIUN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Author
Nursaid, Ahmad
Subject
JC Political theory 
Datestamp
2021-01-28 06:01:01 
Abstract :
Kabupaten Madiun memiliki potensi budaya pencak silat yang tinggi yang dibuktikan dari adanya 14 perguruan silat yang ada di Kabupaten Madiun. Namun pencak silat dan pesilat sering dianggap negatif oleh masyarakat karena seringnya melakukan kericuhan. Melalui pembentukan Kampung Pesilat, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun bertujuan untuk menghapus stigma negatif tentang pencak silat sekaligus mengangkat potensi pencak silat sebagai ikon cultural branding Kabupaten Madiun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cultural branding Kampung Pesilat yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan cara membuat deskripsi secara faktual sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan. Peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara mendalam, wawancara online, observasi lapangan, serta dokumentasi. Peneliti melakukan wawancara dengan pihak terkait dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun, Ikatan Pencak Silat Indonesia wilayah Kabupaten Madiun, serta beberapa masyarakat Kabupaten Madiun. Proses analisis dilakukan dengan cara menggunakan teori Brand Destination milik Ristianto yang meliputi Brand Culture, Brand Character, Brand Personality, Brand Name, Brand Logo and Symbols, Brand Slogan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun dalam menjalankan cultural branding kampung pesilat telah menjalankan dan memenuhi aspek dari teori Brand Destination, meskipun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Ponorogo