Abstract :
Wabah virus Corona menyita perhatian dunia pertama kali ditemukan di Wuhan, China akhir 2019. Lebih dari 200 negara sudah terjangkit Covid-19 termasuk Indonesia. Untuk mempermudah informasi dan mengantisipasi Hoax, Pemerintah menunjuk satu juru bicara yaitu Achmad Yurianto. Yurianto menjadi perhatian media karena sering menggunakan bahasa atau istilah yang sulit dipahami saat memberikan keterangan pers. Salah satu berita yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan masyarakat dan media sosial adalah berita statement Yurianto tentang ?Sikaya dan Simiskin?. masyarakat memahaminya yang miskin menularkan penyakitnya yang kekaya, dan membuat masyarakat dunia maya atau netizen menjadi geram. Penelitian ini membandingkan dua media yaitu Tempo.co dan BBC News Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah, pertama mengetahui kontruksi berita klarifikasi Yurianto, mengetahui kognisi sosial media, ketiga mengetahui cara menyajikan konteks pada berita klarifikasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan penelitian analisis wacana kritis oleh Teun A. Van Dijk. Berdasarkan perbandingan dua teks berita maka dapat disimpulkan Tempo.co lebih menonjolkan klarifikasi dari Yurianto, dimana isi berita kebanyakan kutipan langsung dari perkataan Juru Bicara Pemerintah, seakan-akan Tempo menjawab kontroversi yang ada. Sedangkan BBC News Indonesia lebih menonjolkan tanggapan dari beberapa pihak yang telah diwawancarai untuk memberi tanggapan, seperti Advokat Ham dan beberpa PRT. Tanggapan yang ditampilkan juga tanggapan negatif.